Pentingnya Kesehatan Mental

 

Nama              : Juan Pinantun Pakpahan

Fakultas         : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan          : Ilmu Komunikasi

Cluster           : 31     

Judul Esai      : Pentingnya Kesehatan Mental

 

Pendahuluan

            Pada situasi saat ini, sebuah informasi telah masuk dalam jajaran kedalam jajaran kebutuhan pokok sehari hari masyarakat yang dapat dikatakan sangat penting. Seiring berkembangnya informasi yang begitu pesat menyebabkan setiap insan di dalam masyarakat semakin haus akan adanya sebuah informasi. Hal ini tidak hanya berlaku dalam golongan masyarakat tertentu saja melainkan setiap individu manusia baik dalam masyarakat golongan kelas atas maupun masyarakat golongan menengah bawah pun kian membutuhkan yang namanya informasi dalam kehidupan mereka sebagai suatu kebutuhan dalam menjalani aktivitas sehari hari. Sebuah media juga tentu merupakan suatu hal yang sangat melekat dengan manusia karena media merupakan suatu alat penyedia informasi, terlebih media juga memiliki peran lain yaitu sebagai sarana untuk mencari hiburan yang dipergunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

            Seperti contohnya kondisi seperti ini dengan cepat diketahui informasi terkini mengenai penyakit virus covid-19. Covid-19 ini adalah sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan, virus ini memiliki berbagai macam macam gejala seperti yang paling umum yaitu demam, batuk kering, dan rasa letih dalam diri. Terdapat gejala gejala lainnya yang munbkin lebih jarang dan mungkin hanya dialami oleh beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorakan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, dan perubahan warna jari tangan dan kaki.

            Virus covid-19 ini membuat masyarakat untuk dihadapkan pada aturan new normal dimana aturan ini mendorong seluruh masyarakat untuk memiliki kemampuan beradaptasi cepat dengan kebiasaan baru.

Penyakit virus covid-19 atau yang awam disebut dengan virus corona ini ternyata sangat memberikan dampak yang cukup serius khususnya di negeri kita yaitu Indonesia dalam berbagai bidang, tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja tetapi dapat juga memberikan dampak  dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi dimana hal ini dapat memberi pengaruh terhadap kondisi mental setiap orang baik generasi Tradisional (1922 – 1945), Baby Boomers (1946 – 1964), Generasi X ( 1965 – 1980), Milenial ( 1981 – 1994), Generasi Z (1995 – 2010).

Pembahasan

            Mayoritas masyarakat memiliki anggapan atau beranggapan bahwa orang yang sehat adalah orang yang tidak sakit secara fisik, namun hal ini perlu ditinjau dan diperhatikan karena bawasanya orang yang sehat itu dilihat dari dua aspek bukan hanya dilihat dari aspek jasmani atau fisik saja melainkan juga dilihat dari aspek rohaninya seperti yang telah diketahui bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

            Oleh karena itu, kesehatan mental dapat dikatakan baik apabila ketika kondisi batin setiap individu berada dalam situasi keadaan yang tenteram dan keadaan yang tenang. Apabila setiap individu sudah memiliki kesehatan mental maka setiap individu dapat dipastikan mereka akan menikmati jalannya proses kehidupan sehari hari serta memiliki sikap pribadi untuk menghargai orang orang yang ada di sekililing pribadi individu tersebut. Jika terdapat individu yang memiliki kesehatan mental terganggu maka individu tersebut pasti akan mengalami gejala gejala gangguan dari suasana hati, kemampuan dalam berpikir, dan pengendalian emosi yang dapat mengarah pada perilaku perilaku buruk. Seperti sikap stress, depresi, gangguan gangguan kecemasan, bipolar, dan masih banyak hal hal lain.

            Menurut hasil dari survey yang telah dilakukan oleh pihak WHO atau World Health Organization yang merupakan suatu badan yang ada di PBB dimana WHO ini bertindak sebagai badan koordinator kesehatan umum interasional atau yang sering dikenal sebagai Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa terdapat sekitar kurang lebih 20% (persen) anak anak dan remaja di Generasi Z ini telah mengalami gangguan gangguan dan permasalahan mental dan menurut data yang diberikan WHO terdapat lebih dari 800.000 individu setiap tahunnya meninggal disebabkan karena bunuh diri dimana bunuh diri merupakan suatu kasus kematian terbesar ke-2 yang terjadi pada usia 15 – 29 tahun.

            Terjadi nya peningkatan angka bunuh diri, peningkatan laporan laporan terhadap kasus kekerasan dan pelecehan seksual, serta pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi di Indonesia ini menjadi bagian dari beberapa faktor pemicu stress Generasi Z. Hal – hal itulah yang bisa menjadi persoalan persoalan tersendiri bagi individu – individu dalam Generasi Z yang dikarenakan tingginya aksesibilitas informasi bagi para Generasi Z. Terdapat sebuah survey dimana survey itu mengatakan bahwa generasi Z menghabiskan kurang lebih 8 jam untuk beraktivitas dengan perangkat multimedia elektronik terlebih dengan didukungnya situasi kondisi saat ini (adanya aturan pemerintah dimasa new normal ini atau masa pandemik ini untuk melakukan gerakan work from home dimana itu artinya semua hal harus dilakukan secara daring) dapat lebih meningkatkan para generasi di Indonesia khususnya generasi Z menghabiskan aktivitasnya di multimedia elektronik.

            Dengan banyak nya waktu yang digunakan para generasi Z dalam menghabiskan aktivitasnya di multimedia elektronik dalam pasa pandemik seperti sekarang ini ternyata akan mempengaruhi aspek psikologis dan behavioral nya, menurut Anthony dengan seringnya para generasi Z dalam mengakses internet nantinya akan menimbulkan kecemasan karena banyak terdapat situs – situs yang menampilkan self-harm dimana hal ini dapat mendorong sikap perilaku para generasi Z sesuai apa yang di simak dalam internet tersebut. Tak hanya itu, menurut seorang Toronto ia berpendapat juga bahwa hal ini dapat membuat para generasi Z nantinya mengindari untuk berbaur terhadap sesama dengan berfantasi pada dunia maya dalam mengisi waktu maupun kekosongan emosional, yang dimana itu tandanya kondisi kesehatan mental generasi Z akan menjadi lebih buruk.

Kesimpulan

            Meskipun dalam kondisi dan situasi seperti saat ini yaitu dalam masa pandemik pentingnya para generasi Z untuk memperhatikan kondisi kesehatan setiap masing masing pribadi namun harus di garis bawahi bahwa kondisi kesehatan itu tidak hanya para pribadi lihat dari secara sehat dalam jasmani atau fisik tetapi melihat dari kondisi kesehatan mental masing masing pribadi dengan cara :

·       Melakukan kegiatan kegiatan fisik olahraga ringan contohnya, hal ini bertujuan agar pra pribadi dapat menenangkan pikiran serta mood menjadi lebih baik.

·       Menjahui hal hal kebiasaan buruk, seperti menghindari rokok ketika sedang stress seperti kebanyakan para generasi Z lakukan tetapi gantilah hal tersebut menjadi suatu kegiatan yang positif yaitu bisa dengan tidur dan istirahat yang cukup.

·       Bijak dalam menerima informasi dalam media, hal ini sangat penting dilakukan terlebih  ketika dimasa pandemik seperti saat ini dikarenakan jika para generasi Z tidak bijak maka dapat memicu kecemasan berlebih.

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love Yourself First and Love Me Latter